Peluang Bisnis Es Dawet Cah Mbanjar

Es cendol, siapa yang tidak tergiur dengan rasanya yang manis dan banyak khasiat? Minuman yang juga dikenal dengan nama dawet ini ternyata bukan lagi monopoli orang Banjarnegara, Jawa Tengah, penghasil gula sebagai bahan baku es dawet. Kini, orang Medan pun ikut menangguk keuntungan dari berjualan es dawet.

Dawet Rasa Modern
Hafizh Khairul Rijal dan istrinya, Citra, adalah orang Medan asli yang terinspirasi dari seorang lulusan SMA yang mampu menghasilkan omset Rp 300 ribu per hari dari satu gerobak es dawet yang dimilikinya.

Gerobak es Dawet Banjarnegara yang dimiliki ternyata bukan hanya satu, melainkan 27 gerobak. Bayangkan berapa hasilnya dalam sehari, seminggu atau sebulan. Luar biasa. Melihat peluang tersebut, tahun 2006, Hafizh dan istri mencoba bekerja sama dengan owner Es Dawet Banjarnegara dan bermodalkan Rp 500 ribu untuk gerobak dan bahan baku.

Malangnya, jualan hari pertamanya di sekitar Universitas Sumatera Utara waktu itu diguyur hujan. Namun, kejadian itu tak menghalangi Hafizh untuk terus berjualan hingga 3-4 bulan kemudian modalnya kembali. Keuntungan berjualan pun diputar lagi untuk membeli gerobak dan memperluas usahanya.

Lama-kelamaan, owner Es Dawet Banjarnegara menawarkan Hafizh dan istri untuk membeli resep rahasia es dawet miliknya, termasuk gula merah khas Banjarnegara yang diekspor langsung dari daerah asalnya.

Dengan Rp50 juta, resep rahasia  itu pun sudah di tangan Hafizh dan istri, bisnis es dawet mereka pun siap lepas landas. Brand Es Dawet Cah Mbanjar sudah dilekatkan pada produk es dawet mereka. Booth atau gerobak jualan pun didesain modern, sangat berbeda dengan es dawet Banjarnegara yang tradisional.

Tahun 2008 adalah momen terpenting bagi Hafizh karena mendapat penghargaan sebagai Finalis Tingkat Nasional Wirausaha Muda Mandiri. Sejak saat itu, ide untuk mengembangkan bisnis ‘basah’ es dawetnya tak terbendung lagi. Konsep franchise pun digulirkan.

Maksimalkan Franchise
Hafizh dan Citra beruntung karena bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang menaungi ribuan wirausahawan untuk terus mengembangkan usahanya.

Ke-220 gerai yang kini sudah dimiliki oleh mereka akan segera bertambah lagi seiring dengan antusiasme masyarakat yang ingin mencicipi bisnis es dawet.

Tak lama lagi, selain hadir di Medan, Aceh, Palu, Makassar, Palembang, hingga Jakarta, kita juga dapat menemukan Es Dawet Cah Mbanjar di beberapa kota besar lainnya karena dalam waktu dekat akan berdiri kantor perwakilan di Surabaya dan Bandung.

Dengan modal Rp8 juta, Anda pun dapat memulai usaha Es Dawet Banjarnegara sebagai bagian dari franchisee dan berhak atas booth dan perlengkapan lainnya.

Ada pula paket Rp30 juta dengan fasilitas dua booth serta bahan baku dan berhak mendapat komisi jika ada permintaan untuk menjadi mitra di daerah domisili Anda. Konsep franchise ini juga terus dikembangkan Hafizh dan Citra dengan bentuk kafe.

Tentu saja, pengembangan ini pun diikuti pula dengan brand-brand lain di bawah naungan brand Es Dawet Banjarnegara, seperti Bakso Mas Karyo dan nasi goreng. Jadi, siapa mau terjun ke bisnis basah es dawet?

0 Responses to “Peluang Bisnis Es Dawet Cah Mbanjar”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s





%d bloggers like this: